Titik Lebur Tembaga

Sektor pertambangan dengan segala produk olahannya mampu memberikan banyak sekali manfaat baik bagi masyarakat umum maupun negara. Salah satu contoh pertambangan yang cukup familiar di Indonesia sendiri adalah tembaga. Tentunya Anda sudah sangat sering mendengar salah satu jenis logam ini.

Tembaga

Tahukah Anda, ternyata tembaga pertama kali ditemukan pada tahun 8.000 sebelum masehi, dan untuk pertama kalinya digunakan dalam pembuatan ornamen dan koin. Belum diketahui secara pasti siapa sosok yang menemukan tembaga, namun logam ini memang sudah dipakai sejak zaman prasejarah.

Bukti penggunaan logam ini pada zaman itu adalah adanya peralatan dari logam, perhiasan, hingga senjata seperti perisai, tombak, dan pisau.

Mungkin sebagian dari Anda hanya mengetahui hal umum terkait logam ini. Lalu, sebenarnya apa sih itu tembaga? Dan bagaimana cara pengaplikasinnya? Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menyimak berbagai ulasan di bawah ini.

Pengertian Tembaga

Tembaga merupakan salah satu jenis logam yang memiliki warna kuning kemerahan dengan bentuknya yang seperti kristal. Tembaga dilambangkan dengan Cu yang mana merupakan logam transisi golongan IB bernomor atom 29 dengan berat atom sebesar 63,55 g/mol.

Secara alami, tembaga dapat ditemukan di dalam lapisan kulit bumi dalam berbagai bentuk dan Ion dari tembaga ini dapat larut dalam air. Dalam konsentrasi tinggi memiliki fungsi sebagai anti bakteri, sedangkan dalam konsentrasi rendah berfungsi sebagai nutrien yang penting bagi kehidupan dan tanaman.

Perlu Anda ketahui, tembaga ini juga sering disebut dengan Cuprum dalam istilah cabang ilmu kimia. Cuprum adalah nama latin dari lambang Cu (yang tadi sudah dijelaskan di atas). Tentunya, ada beragam manfaat dari unsur kimia ini bagi kehidupan manusia.

Beberapa peran dari tembaga dalam kehidupan yaitu pertumbuhan tulang, memberikan dukungan terhadap kinerja sistem imun, sistem saraf, hingga pembuluh darah, serta dapat membantu pembentukan sel darah.

Selain itu, tembaga juga sering dimanfaatkan dalam pembuatan perabot rumah tangga yang berbahan logam. Contoh penggunaan tembaga dalam perabotan rumah dapat dilihat dari adanya peralatan masak dari tembaga, panci dan teflon yang terbuat dari tembaga, alumunium foil, kabel, dan masih banyak lagi.

Unsur Tembaga

Secara umum tembaga memiliki unsur dari biji senyawa sulfida. Tembaga jarang terbentuk dari unsur oksida maupun karbonat. Bisa dikatakan kalau jenis tembaga dengan unsur oksida maupun karbonat memerlukan pengolahan yang sederhana.

Proses pengolahan tembaga dari unsur oksida/karbonat hanya membutuhkan pemanasan dengan batubara. Sedangkan dari sulfida membutuhkan pembakaran, peleburan dengan bahan peledak khusus dan oksidasi parsial.

Titik Lebur Tembaga

Sifat fisika dari tembaga diantaranya memiliki struktur yang lunak, berwarna kuning kemerahan, mudah ditempa dan ulet. Sehingga menjadikannya sebagai salah satu unsur penghantar panas yang baik. Tembaga memiliki sifat keras apabila tidak murni dengan titik didik 2.5620C dan titik leleh 1.084,620C.

Sedangkan sifat kimia dari logam ini yaitu merupakan unsur yang cenderung tidak reaktif. Sehingga tahan terhadap korosi, tembaga panas dapat bereaksi dengan uap belerang dan halogen, tembaga tidak beraksi dengan alkali tetapi larut dalam amonia dan sifat-sifat kimia lainnya.

Pengaplikasian Tembaga

Berkat fisiknya yang lentur, tembaga mudah dibentuk menjadi kawat, pipa, lembaran maupun lainnya. Berbagai sifat yang dimiliki seperti konduktivitas termal dan konduktivitas listrik. ketahanan nya terhadap korosi banyak dimanfaatkan untuk peralatan sehari-hari seperti peralatan-peralatan elektronik maupun kabel listrik.

Selain itu, tembaga juga dapat dimanfaatkan untuk komponen pembuat perhiasan. Saat dicampurkan dengan emas atau logam lainnya, akan terbentuk berbagai perhiasan yang menarik. Aplikasinya dalam bidang pertanian dapat digunakan sebagai racun.

Apabila Anda melakukan pengolahan minyak, tembaga dapat digunakan sebagai campuran untuk menghilangkan belerang. Aplikasi lain dari tembaga adalah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pembuatan uang logam ataupun sebagai bahan pembuatan logam lainnya.

Bagi tubuh, tembaga memiliki peran dalam membentuk sel darah merah, menjaga sistem imun serta sel saraf. Kekurangan tembaga dalam tubuh juga dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Beberapa makanan yang mengandung tembaga seperti makanan laut, organ hati sapi, kacang-kacangan, buah dan sayur serta lada hitam.

Di masa mendatang, tembaga akan lebih sering digunakan dalam bidang teknologi. Teknologi yang dimaksud di sini berkaitan dengan sistem energi terbarukan, mesin transformer energi dan pembangkit tenaga termasuk generator. Untuk mobil listrik, pastinya akan membutuhkan bahan dasar tembaga tiga kali lebih banyak dibandingkan mobil biasa karena pada mobil listrik terdapat lebih banyak komponen elektronik.

Baca juga : Prosedur pengujian korosi yang perlu Anda ketahui

Nah, demikianlah penjelasan mengenai pengertian, unsur dan pengaplikasian tembaga dalam kehidupan. Perlu Anda ketahui, selain memberikan manfaat, Anda juga harus berhati-hati terhadap bahaya tembaga bagi kesehatan. Konsumsi tembaga dalam jumlah berlebih, akan mengganggu kesehatan karena tidak mampu di metabolisme oleh tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.