Prosedur Uji Tarik Material Lasan Dan Acceptance Criteria Berdasarkan ASME Section IX : 2019

Untuk mengetahui kualitas dari sebuah produk pengelasan, perlu dilakukan pengujian terhadap produk tersebut, salah satu metode pengujian merusak (Destruktive Test) yang biasa dilakukan adalah pengujian tarik. Dalam persiapan specimen uji tarik, lokasi pengambilan spesimen, bentuk dan ukuran specimen, ditentukan berdasarkan standart acuan yang dipakai.

Didalam artike ini, akan dibahas persiapan specimen, proses pengujian dan kriteria keberterimaan hasil uji tarik berdasarkan standard acuan ASME Section IX : 2019, Qualification Standard for Welding, Brazing, and Fusing Procedures; Welders; Brazers; and Welding, Brazing, and Fusing Operators. Dan specimen akan diambil dari dua kupon test hasil pengelasan, yang pertama kupon test yang dibuat sebagai Procedure Qualification Record (PQR), dan yang kedua kupon test yang dibuat sebagai Welder Performance Qualification Test (WPQT).

Pengambilan specimen diatur sesuai gambar QW-463.1(a),(b),(c),(d),(e) untuk Procedure Qualification dan QW-463.2(a),(b),(c),(d),(e),(f),(g) untuk Performance Qualification.

 

Reduce section – Plate [QW-151.1]

Bentuk dan ukuran specimen uji tarik sesuai Gambar QW-462.1(a) dapat digunakan untuk semua ketebalan plate, mengacu pada ketenteuan berikut:

  1. Tebal ≤ 1in (25mm), Full Thickness Spesimen harus digunakan untuk uji tarik.
  2. Tebal > 1in (25mm), Full Thickness atau Multiple spesimen dapat digunakan asal memenuhi point (c) dan (d)
  3. Ketika Multiple Spesimen digunakan, sebagai pengganti Full Thickness Spesimen, setiap set harus mewakili satu uji tarik dari full plate thickness. Secara kolektif, semua spesimen yang diperlukan untuk mewakili full thickness weld dari satu lokasi terdiri dari satu set.
  4. Ketika Multiple spesimen dipelukan, keseluruhan ketebalan harus dipotong secara mekanis menjadi tebal minimum kira-kira sama dengan ukuran yang bisa diuji dalam peralatan yang tersedia. Setiap set spesimen harus diuji dan memenuhi Acceptence criteria pengujian.

 


W      = Lebar spesimen, 3/4 in. (19 mm)

T       = Tebal kupon test tidak termasuk reinforcement

x        = Tebal kupon test temasuk reinforcement

y        = Tebal spesimen

Reduce section – Pipe [QW-151.2]

Dapat digunakan untuk semua ketebalan pipa dengan Outside Diameter OD > 3in (75mm) sesuai Gambar QW-462.1(b). Dengan ketentuan ketebalan seperti Reduce section pada plate.

Untuk pipa yang memiliki OD ≤ 3 in. (75mm), spesimen Reduce section sesuai dengan persyaratan yang diberikan pada Gambar QW-462.1(c) dapat digunakan untuk pengujian tarik.

 

Full-Section Spesimen – Pipe [QW-151.4]

Digunakan untuk menguji Pipa dengan Outside Diameter OD ≤ 3 in. (75mm). Sesuai dimensi pada gambar QW-462.1(e)

 

Tension Test Procedure [QW-152]

Spesimen uji tarik harus dipecah di bawah beban tarik. Kekuatan tarik harus dihitung dengan membagi beban total maksimum dengan luas penampang terkecil spesimen yang dihitung dari pengukuran aktual yang dilakukan sebelum beban diterapkan.

Berdasarkan QW-152 diatas, dapat diartikan, bahwa pengujian harus dilakukan pada alat uji yang memungkinkan untuk melakukan penarikan spesimen hingga spesimen terputus. Nilai kuat tarik didapat dari perhitungan pembagian Beban maksimum yang dicapai spesimen untuk putus, dibagi dengan luasan penampang terkecil dari spesimen yang diukur aktual dari spesimen sebelum diuji.

Untuk kriteria keberterimaan dari pengujian tarik berdasarkan standard ASME Section IX, diatur dalam QW-153

 Acceptance Criteria – Uji Tarik [QW-153]

Nilai kekuatan tarik minimum untuk prosedur kualifikasi diberikan sesuai tajuk kolom “Minimum Specified Tensile, ksi” dari Tabel QW / QB-422. Untuk lulus Uji Tarik, spesimen harus memiliki kekuatan tarik yang tidak kurang dari :

  1. Kekuatan tarik minimum yang ditentukan dari Base Metal (BM); atau
  2. Kekuatan tarik minimum yang ditentukan dari BM terlemah, jika BM yang digunakan berbeda Kekuatan tarik minimumnya.
  3. Kekuatan tarik minimum yang ditentukan dari Weld Metal, ketika Bagian yang berlaku mengatur penggunaan Weld Metal (WM) dengan kuat tarik yang lebih rendah dari BM pada suhu ruang;
  4. Jika spesimen patah/putus di BM diluar daerah lasan atau weld interface, pengujian harus diterima sebagai memenuhi persyaratan, asalkan kekuatannya tidak lebih dari 5% di bawah Kekuatan tarik minimum yang ditentukan dari BM.
  5. Kekuatan tarik minimum yang ditentukan untuk Full Thickness Specimen termasuk cladding untuk Aluminium Alclad (P-No 21 hingga P-No. 23) kurang dari 1/2 in. (13 mm). Untuk bahan Aluminium Alclad ≥ 1/2 in. (13 mm), kekuatan tarik minimum yang ditentukan adalah untuk kedua spesimen dengan ketebalan penuh yang mencakup cladding dan spesimen diambil dari inti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *