Maintenance

Maintenance

PT Detech Anda pasti sering mendengar tentang kata ini dalam kehidupan sehari-hari karena berkaitan dengan proses penting untuk menjaga sesuatu tetap berfungsi. Maintenance bisa di industri atau di peralatan rumah tangga. Tidak ada mesin yang dapat bekerja untuk waktu yang lama tanpa perawatan yang tepat.

Nah, dalam sebuah industri, merawat mesin dalam kondisi yang bagus amatlah penting. Lalu apa saja jenis maintenance yang ada dalam sebuah industri? Dan mengapa maintenance sangat penting?

Pengertian Maintenance Pada Industri

Maintenance dalam kamus diartikan sebagai pekerjaan menjaga sesuatu dalam kondisi yang tepat atau proses melestarikan suatu kondisi atau situasi. Adapun maintenance atau pemeliharaan di industri adalah praktik menjaga peralatan dan mesin agar memiliki kondisi yang berfungsi dengan baik untuk.

Pemeliharaan bisa menghasilkan produk yang berkualitas. Tujuan pemeliharaan industri adalah untuk meningkatkan umur peralatan industri, menjaga semua aset pabrik dalam kondisi baik dengan biaya serendah mungkin.

Maintenance industri juga disebut “Pemeliharaan Pabrik”. Pemeliharaan Industri mencakup dua tindakan yakni mengontrol atau mencegah proses kerusakan yang menyebabkan kegagalan mesin atau peralatan.

Maintenance juga sangat penting untuk menyimpan semua catatan suku cadang, servis dan perbaikan mesin, riwayat peralatan, manual peralatan, dan lain lain.

Mengenal Preventive Maintenance

Preventive maintenance adalah bagian dari rencana pemeliharaan industri. Tindakan maintenance jenis ini perlu dijadwalkan dengan mengandalkan basis mesin. Jadi mesinlah yang mendeteksi, mencegah, atau mengurangi degradasi komponen.

Sistem mesin yang dijadwalkan melakukan pemeliharaan teratur memiliki tujuan mempertahankan atau memperpanjang masa pakai peralatan sehingga jika fungsinya mengalami penurunan, maka masih dapat diterima.

Setelah kerusakan terjadi, industri harus menemukan penyebabnya dan melakukan perbaikan yang akan mencegah kerusakan yang sama terjadi lagi. Untuk melakukan ini, orang-orang yang berurusan dengan gangguan harus melihatnya secara langsung, dan kemudian membuat keputusan tentang bagaimana merespons masalah secara efektif.

Tujuan maintenance

Tujuan sebenarnya dari maintenance adalah untuk menjaga peralatan tetap berjalan dan berfungsi. Ada dua filosofi yang mendominasi pendekatan pemeliharaan industri.

Jadi, yang pertama dan paling umum adalah bahwa peran pemeliharaan adalah bertujuan untuk “fix it” atau memperbaiki sesuatu dan yang kedua dan yang lebih berhasil adalah bahwa peran pemeliharaan industri adalah “keep it run” atau menjaga peralatan tetap berfungsi.

Beberapa orang berpikir kedua tujuan ini adalah hal yang sama. Namun sebenarnya tidak. Keduanya mewakili perbedaan besar dalam sikap, pendekatan, prioritas, dan hasil.

Filosofi fix-it mudah diterapkan dan berperan dalam keterampilan dan kemampuan teknisi yang dipekerjakan di departemen pemeliharaan. Kelemahannya adalah biayanya lebih mahal untuk melakukan dan mengarah ke waktu kerja peralatan yang lebih rendah dan bisnis yang kurang menguntungkan.

Filosofi ‘keep it run’ membutuhkan lebih banyak manajemen, sistem pendukung, dan pemeliharaan rutin. Keuntungannya adalah hal itu mengarah pada biaya perawatan yang lebih rendah, waktu kerja peralatan yang lebih baik, dan profitabilitas yang lebih tinggi.

Jenis Maintenance

Ada 3 jenis maintenance yakni :

1. Predictive Maintenance

Predictive maintenance dapat didefinisikan sebagai pemeliharaan yang mendeteksi timbulnya penurunan fungsi mesin. Jadi, predictive maintenance lebih ke mendeteksi kerusakan untuk mencegah mesin sulit dikendalikan. Hasil dari predictive maintenance adalah menunjukkan kemampuan fungsional saat ini dan masa depan.

2. Preventive Maintenance

Strategi pemeliharaan preventif mengharuskan industri untuk melakukan tugas secara proaktif sesuai dengan jadwal berbasis penggunaan atau kalender. Salah satu contoh umum adalah mengganti oli di mobil setelah berlari sejauh beberapa mil.

Maintenance ini dapat secara signifikan mengurangi waktu henti yang tidak direncanakan dengan menghindari kondisi yang menyebabkan kerusakan. Maintenance satu ini juga mengurangi risiko kegagalan katastropik dengan pendekatan reaktif.

Dengan berinvestasi dalam strategi pemeliharaan preventif, biaya pemeliharaan berkurang dibandingkan dengan ketika bertindak secara reaktif. Penghematan diwujudkan ketika mempertimbangkan standar keselamatan, kerugian produktivitas, dan biaya perbaikan total. Seperti halnya mengganti oli untuk mobil Anda, dengan mengikuti rencana Anda dapat menghindari masalah yang lebih mahal.

3. Reliability-Centered Maintenance (RCM)

RCM adalah salah satu bentuk pemeliharaan proaktif yang lebih khusus dengan penekanan pada proaktif. Mirip dengan strategi pemeliharaan preventif, RCM bertujuan untuk menghindari kerusakan dengan menganalisis tindakan terbaik yang harus diambil. RCM mengembangkan strategi perawatan yang dibuat khusus, tergantung pada apa yang paling sesuai dengan peralatan tertentu.

RCM memperhitungkan kekritisan aset di samping potensi penyebab kegagalan dan tindakan korektif yang sesuai. Hasilnya adalah peralatan dalam fasilitas yang sama dapat diberikan strategi pemeliharaan yang berbeda.

Dengan cara ini, Anda dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien jika diperlukan. Agar RCM efektif, diperlukan lebih banyak informasi tentang aset dibandingkan dengan perawatan reaktif atau preventif.

Cara cerdas untuk mendapatkan dan menganalisis data tentang peralatan Anda adalah dengan menggunakan software computerized maintenance management system (CMMS). Dengan CMMS, Anda dapat melacak jenis peralatan mana yang ingin dipelihara.

4. Prescriptive Maintenance

Prescriptive Maintenance membawa pemeliharaan prediktif selangkah lebih maju dengan tidak hanya mengidentifikasi perubahan kondisi, tetapi juga memberikan rekomendasi untuk menyelesaikan masalah. Misalnya, sensor getaran mengidentifikasi masalah. Teknologi preskriptif merekomendasikan agar peralatan diperlambat ke tingkat tertentu untuk memperpanjang waktu produksi sebelum aset kemungkinan besar akan gagal.

5. Detective Maintenance

Detective Maintenance adalah evaluasi aset yang berfungsi untuk menentukan akar penyebab kegagalan saat aset rusak. Detective maintenance bukan pemeliharaan berbasis kondisi, karena tujuannya bukan untuk mencari tanda-tanda potensi kerusakan, tetapi untuk menguji apakah aset berfungsi dengan baik. Misalnya, Anda menguji alat pemadam kebakaran dan detektor asap yang mungkin beroperasi untuk memastikan berfungsi.

Jika Anda memerlukan Jasa Pengujian Bisa mengontak kami

6. Reactive Maintenance

Seperti namanya, perawatan reaktif berkaitan dengan tugas-tugas yang datang setelah sebuah peralatan rusak. Keuntungan dari perawatan reaktif adalah bahwa biaya awal secara signifikan lebih rendah. Tugas perawatan hanya dilakukan ketika mesin sudah menunjukkan tanda-tanda kinerja yang buruk.

Kerugian dari perawatan reaktif lebih besar daripada manfaat jangka pendeknya. Biaya melakukan perawatan banyak karena kemungkinan kerusakan bisa saja permanen akibat kegagalan mendadak.

Kegagalan ini biasanya mengakibatkan kerugian produksi, dengan kasus yang lebih buruk menyebabkan kerusakan peralatan kritis. Untuk aset yang penting untuk operasi, lakukan perawatan reaktif hanya sebagai upaya terakhir.

Proses atau Alur Maintenance

Sebenarnya, proses atau alur maintenance itu berbeda-beda, tergantung pada jenis maintenance yang ditentukan. Namun, pada umumnya proses ataupun alur dari maintenance itu sendiri adalah :

  • Mencari minor deffect. Tahapan ini hanya orang-orang perawatan industri berpengalaman yang bisa mendeteksi kesalahan pada alat.
  • Tim pemeliharaan industri harus mengambil tindakan yang tepat pada tahap ini untuk mengatasi kerusakan mesin.
  • Selanjutnya, tim pemeliharaan harus menentukan jenis maintenance apa yang sekiranya tepat untuk diterapkan.
  • Pada tahap akhir, jika sudah diperbaiki namun mesin berfungsi dengan sangat buruk sampai berhenti sendiri, artinya rusak.

Baca juga : Sistem Kalibrasi yang ada di Fabrikasi

Secara garis besar, maintenance industri adalah usaha untuk melakukan pembersihan secara teratur dan rutin, pemeriksaan, servis, perbaikan, atau penggantian suku cadang untuk mencegah kerusakan mesin atau peralatan mesin.
Sudah paham mengenai apa itu maintenance dalam industri dan begitu pentingnya pemeliharaan secara berkala?

Leave a Reply

Your email address will not be published.